Syahrul Alim Buka Ruang Kolaborasi, Wirausaha Muda Blitar Didorong Semakin Berkembang
- Uncategorized
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
Blitar – Penguatan ekosistem kewirausahaan menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan ekonomi di Kota Blitar. Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, mendorong agar pelaku usaha muda mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berkembang melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, DPRD, dan berbagai elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Syahrul saat berdialog bersama pengurus dan anggota Cah Preneur Indonesia Kota Blitar di Angkringan Mbah Jono, Rabu (7/10/2026). Suasana santai menjadi ruang bagi para pelaku usaha muda untuk menyampaikan berbagai pengalaman sekaligus membicarakan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.
Menurut Syahrul, keberanian anak muda untuk memilih jalur kewirausahaan merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, semangat tersebut perlu dijaga agar tidak berhenti di tengah perjalanan.
“Kegiatan anak-anak muda ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta profesionalitas, utamanya di bidang UMKM. Hal ini memang layak kita dukung sepenuhnya, karena mereka masih muda-muda. Jangan sampai semangat mereka patah,” ujar Syahrul.
Ia mengatakan, membangun usaha tidak cukup hanya mengandalkan keberanian dan kreativitas. Pelaku usaha juga membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses jaringan, peningkatan kapasitas, serta kesempatan untuk berkolaborasi.
Dalam konteks tersebut, Syahrul menilai komunitas seperti Cah Preneur memiliki posisi strategis karena dapat menjadi ruang bertemunya pelaku usaha muda untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan.
Ia juga mendorong terjadinya kolaborasi lintas generasi. Pengusaha yang lebih berpengalaman dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda, sementara generasi muda membawa energi, kreativitas, serta gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Apapun bentuknya, dari para senior maupun pelaku UMKM, semuanya dapat menumbuhkan semangat dan bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah pun memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan para pemuda ini, agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Cah Preneur Indonesia Kota Blitar, Ulung Wijaya, menyambut positif kesempatan berdialog langsung dengan Ketua DPRD Kota Blitar. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi komunitas untuk menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi para pelaku usaha muda.
“Kami merasa sangat senang dapat berdekatan langsung dengan Pak Syahrul selaku Ketua DPRD Kota Blitar. Sebenarnya banyak hal yang ingin kami sampaikan terkait dunia usaha, karena kami masih muda, masih baru berproses,” ungkap Ulung.
Ulung menyebut Cah Preneur Indonesia Kota Blitar saat ini telah memiliki lebih dari 300 anggota, dengan mayoritas berusia di bawah 40 tahun. Komunitas tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga diarahkan sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi anak-anak muda yang ingin membangun usaha.
Bagi anggota yang belum memiliki usaha, komunitas berupaya memberikan motivasi dan pendampingan agar berani memulai. Sedangkan bagi mereka yang telah menjalankan usaha, dibangun semangat untuk saling mendukung, bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta menciptakan peluang kerja sama.
Berbagai persoalan turut menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses terhadap peluang usaha, pengembangan jaringan, hingga dukungan dan fasilitas yang dibutuhkan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Hari ini banyak sekali keluhan dan aspirasi yang kami sampaikan. Alhamdulillah diterima dengan baik. Harapannya, apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, sehingga Cah Preneur Indonesia dapat berjalan sesuai visi mencetak wirausahawan muda yang mandiri dan bermanfaat bagi Kota Blitar,” tambah Ulung.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi awal terbentuknya komunikasi yang lebih berkelanjutan antara komunitas wirausaha muda dengan DPRD dan Pemerintah Kota Blitar.
Kolaborasi yang semakin kuat dinilai dapat membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi ekonomi. Ketika pelaku usaha mendapatkan dukungan, akses, dan jaringan yang memadai, peluang untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat juga semakin terbuka.
Bagi Kota Blitar, tumbuhnya wirausaha muda bukan sekadar bertambahnya jumlah pelaku usaha. Lebih dari itu, mereka merupakan bagian dari generasi yang diharapkan mampu menciptakan inovasi, membuka peluang baru, dan menjadi penggerak ekonomi daerah.
Dari ruang diskusi yang sederhana, tumbuh gagasan untuk membangun kolaborasi yang lebih besar. Dari semangat anak muda, diharapkan lahir usaha-usaha baru yang mandiri, kreatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wirausaha muda tumbuh, kolaborasi menguat, ekonomi Kota Blitar bergerak maju. (*)

Syahrul Alim Buka Ruang Kolaborasi, Wirausaha Muda Blitar Didorong Semakin Berkembang

Add your first comment to this post