Angkutan Barang KAI Daop 7 Madiun Tumbuh 1.100 Persen, Tembus 23.446 Ton hingga Triwulan III 2026
- Uncategorized
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
Blitar – Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sepanjang Januari hingga September 2026. Hingga akhir Triwulan III, volume barang yang berhasil diangkut mencapai 23.446 ton, jauh melampaui target program tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 2.130 ton.
Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sekitar 1.100 persen dibandingkan program yang telah ditetapkan. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator bahwa kereta api semakin memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan distribusi barang dan logistik, khususnya di wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang menggunakan kereta api.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan volume angkutan adalah adanya angkutan KLB INKA. Angkutan tersebut meliputi pengiriman KLB KRL dari Madiun menuju Depok untuk Trainset 6 dan 7, serta pengiriman KLB KRL dari Probolinggo menuju Madiun untuk Trainset ke-8.
“Tren positif ini sangat dipengaruhi oleh adanya angkutan KLB INKA berupa pengiriman KLB KRL dari Madiun-Depok (Trainset 6 dan 7) serta pengiriman KLB KRL dari Probolinggo-Madiun (Trainset ke-8),” jelas Tohari, Selasa (6/10/2026).
Selain angkutan KLB INKA, peningkatan volume barang juga berasal dari layanan parcel One Night Services (ONS) dan Barang Hantaran Paket (BHP). Kedua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menyediakan alternatif distribusi barang yang cepat, aman, dan dapat diandalkan.
Berdasarkan jenis angkutannya, KA Parcel ONS menjadi penyumbang volume terbesar dengan total mencapai 11.318 ton. Selanjutnya, angkutan KLB INKA menyumbang 5.632 ton, kemudian angkutan dinas dan satker sebanyak 4.309 ton, serta angkutan Barang Hantaran Paket (BHP) sebesar 2.155 ton.
Jika seluruh capaian tersebut dijumlahkan, total volume angkutan mencapai 23.446 ton selama periode 1 Januari sampai 30 September 2026.
Tingginya volume tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi logistik berbasis kereta api terus berkembang. Selain memiliki kapasitas angkut yang besar, kereta api juga menjadi salah satu moda transportasi yang dapat mendukung distribusi barang secara lebih terjadwal dan terukur.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, KAI Daop 7 Madiun terus melakukan berbagai langkah peningkatan pelayanan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan aspek keselamatan perjalanan, menjaga kelancaran operasional kereta api, serta meningkatkan keandalan sarana dan prasarana pendukung angkutan barang.
Tohari menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.
“Upaya peningkatan yang telah dilakukan dan akan terus dikembangkan menjadi komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk menghadirkan service excellence yang memberikan nilai tambah bagi layanan angkutan barang yang selamat, aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.
KAI Daop 7 Madiun berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026. Ke depan, layanan angkutan barang diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai salah satu tulang punggung transportasi logistik nasional. (*)

Foto/ist

Add your first comment to this post